25 Cara Memotivasi Diri Sendiri

Berusaha untuk mulai belajar, tidak semangat saat bekerja, ingin segera bangkit saat kamu ‘down’ atau bahkan mengejar impian masa depan. Terkadang memang lebih mudah diucapkan ketimbang dilakukan. Menjadi termotivasi tidaklah mudah, terutama jika kamu terjebak atau sedang memikirkan banyak hal yang terjadi dalam hidupmu.

Bagaimana kamu bisa memotivasi diri sendiri?

Motivasi bisa datang dari manapun, namun ketimbang bergantung pada kekuatan dari luar, sebaiknya kamu memulainya dari diri kamu sendiri. Memotivasi diri sendiri tidaklah sesulit yang dibayangkan, cobalah tengok beberapa tips dibawah ini agar kamu bisa memotivasi diri sendiri.

  1. Abaikan yang tidak penting

    Belajar untuk mengabaikan adalah pelajaran yang sangat luar biasa. Dan jauh lebih bermanfaat dari pada yang kamu pikirkan. Membagi fokus ke banyak area hanya akan membuat kamu tidak maksimal. Dengan mengabaikan hal-hal yang tidak penting bisa menghemat energi dan membuatmu lebih fokus serta lebih produktif.

  2. Pahami yang membuat kamu bosan

    Ketahui apa yang membuatmu bosan dan hindari. Sadar maupun tidak sadar kebosanan adalah hambatan untukmu termotivasi dan berkembang. Coba kamu tengok diri kamu sendiri, seharusnya kamu bisa mengetahui jika ada hal yang akan memicu kebosanan. Jika kamu sudah mengetahuinya segeralah hindari hal-hal itu. Meski dengan sedikit usaha tetapi ini layak diperjuangkan.

  3. Tertawalah lebih sering

    Menonton komedi, membaca komik. Jauhkan kerutan dan keseriusan dari wajahmu. Tertawa bisa benar-benar menyemburkan stress-mu. Dan saat kamu sedang tertawa tentu saja kamu masih bisa belajar hal-hal baru dan mendapat motivasi-motivasi baru tentunya.

  4. Ingat segala pencapaianmu

    Apa kamu ingat saat mencapai sesuatu? tidak? Kita memang sering mengabaikan kebiasaan sederhana menuliskan pikiran saat mencapai sesuatu. Jika kamu ingin jalan pintas untuk termotivasi catat keberhasilanmu dan termotivasilah.

  5. Peregangan

    Saat kamu butuh motivasi tapi tidak tahu harus berbuat apa, cukup keluar rumah dan lakukan sedikit peregangan seperti lari di tempat, push-up, atau sekedar gerakan-gerakan kecil. Setiap kali kamu melakukan peregangan dan olahraga tubuh kamu akan menghasilkan endorfin yang bisa memicu rasa senang.

  6. Buat lingkunganmu nyaman

    Kamu tidak akan bisa termotivasi jika lingkunganmu berkegiatan tidak sesuai dengan dirimu. Lakukan perubahan, sesuaikan dan perbaiki. Dengan menjadikan tempatmu berkegiatan se-kamu mungkin akan mengurangi upaya adaptasi bawah sadarmu. Dan kamu akan memiliki banyak waktu untuk mengerjakan tugasmu.

  7. Baca cerita sukses

    Kagumi dan terispirasi. Dengan membaca kisah sukses orang lain bisa menjadi motivasi, membakar semangatmu dan menjadi bahan bakar untuk mencapai apa yang mereka capai. Den tentu kamu bisa belajar banyak hal untuk menjadi sukses.

  8. Beralih tugas

    Kamu pasti akan bosan jika mengerjakan hal yang sama terus menerus. Cobalah membuat proyek-proyek kecil untuk akhir pekan. Dengan mengerjakan proyek kecil yang mudah dicapai, kamu bisa jadi lebih percaya diri setelah berhasil mencapai sesuatu.

  9. Nilai kemajuanmu

    Kalau kamu konsiten mengerjakan sesuatu tentu kamu akan membuat (biarpun kecil) sebuah kemajuan. Kamu mungkin akan berfikir apa yang kamu lakukan tidak akan berhasil. Namun itu karena kamu mengabaikan tonggak-tonggak kecil kemajuanmu yang kamu lalui setiap hari. Dengan melihat kembali bagaimana kamu bisa sampai pada saat ini tentu bisa jadi kepuasan tersendiri yang akan memotivasi dirimu sendiri.

  10. Ceritakan Apa yang kamu kerjakan

    Ceritakan pada teman dan keluarga. Biarkan orang-orang tahu apa yang kamu kerjakan. Ini secara tidak sadar akan membuat kamu semakin sadar bahwa kamu sedang mengerjakan sesuatu dan menikmatinya. Dan tentu akan mendorong kamu untuk bercerita tentang hasil dari apa yang kamu kerjakan.

  11. Hindari penghisap energi

    Penentang, pesemis, pembuli, mereka semua penghisap energi kamu. Jangan buang-buang energi untuk terjebak dalam permainan mereka. Bahkan jika berarti kamu harus sedikit lebih sering mengisolasi diri. Akan lebih baik untuk sedikit terisolasi namun menyelesaikan apa yang kamu kerjakan. Ketimbang harus berusaha melawan untuk sesuatu yang tidak penting.

  12. Tulis tujuan yang jelas

    Habiskan sebagian waktumu untuk menterjemahkan apa yang ingin raih. Tulis sejelas-jelasnya dan serinci mungkin. Otak kamu akan bekerja lebih baik jika kamu tahu apa yang kamu tuju. Bukan berjalan dalam gelap yang memiliki kemungkinan besar untuk menabrak sesuatu.

  13. Beri hadiah

    Setelah kamu selesaikan beberapa tugas, hadiahi diri kamu sendiri. Tidak perlu hadiah yang besar atau mewah. Bahkan cukup memuji diri kamu sendiri. Seperti saat melatih anjing atau hewan lain, dengan memberi hadiah saat kamu berhasil, lama-kelamaan kamu akan merasa ketagihan untuk berhasil.

  14. Lapang dada

    Seperti sebuah permainan, kalah atau menang. Kegagalan atau keberhasilan hanya sebuah akibat dari tindakanmu. Salah satu musuh terbesar motivasi adalah takut gagal. Namun bukan berarti kamu harus berhenti melakukan apa yang kamu lakukan. Berusahalah yang terbaik dan berharap hasil yang terbaik. Toh kita tidak akan tahu hasil kerja kita berhasil atau gagal jika kita tidak menyelesaikannya.

  15. Afirmasi

    Seperti saat menulis tujuan atau niatmu. Afirmasi adalah alat yang sangat kuat, sangat diremehkan. Orang-orang merasa canggung untuk menuliskan niat dan membacanya keras-keras. Faktanya kamu melakukan ini secara tidak sadar, lalu kenapa sekarang kamu tidak melakukannya secara sadar. Menyuarakan niatmu setiap pagi hari.

  16. Bermain

    Meniru orang, meniru binatang, bermain game. Bermain game yang menantang akan menenangkan pikiranmu pada saat yang sama bisa mendatangkan inspirasi tak terduga.
    Sebuah motivasi yang baik adalah yang hadir besama dengan sukacita. Kamu bisa mulai dengan permainan paling sederhana seperti mencari perbedaan diantara 2 gambar. Apalagi sekarang kamu bisa menemukan berbagai mini games dari smartphone kamu.

  17. Cari teman yang positif

    Sedih, merengek dan mengeluh sama-sekali tidak mendukung motivasi. Sebaliknya, optimis, positif dan energik selalu membawa kamu ke arah yang lebih baik. Cari mereka, temukan mereka dan jadikan mereka teman. Kadang-kadang yang kamu butuhkan untuk termotivasi adalah dikelilingi oleh orang-orang yang bahagia.

  18. Rintangan itu sudah pasti

    Belajar untuk bekerja di bawah tekanan. Beberapa hal ada yang lebih sulit daripada yang lain. Menerima kenyataan dan fokus pada apa yang harus kamu lakukan bukan pada perasaan ketidakpuasan. Kesulitan seringkali sepadan dengan hasil yang didapat.

  19. Katakan ”Tidak“

    Katakan tidak pada gangguan. Latih dirimu untuk mengatakan tidak. Terlalu sering, terlalu banyak komitmen yang membuat hidup kamu terbebani tugas terus menerus. Batasi janji dan hanya lakukan ke hal-hal yang kamu benar-benar ingin menyelesaikannya. Setelah kamu melakukan itu, tataplah cermin, tersenyum dan mulai berlatih cara yang lebih sopan dan baik untuk mengatakan tidak.

  20. Buat tantangan

    Tantang dirimu sendiri dengan tujuan jangka pendek, biasanya dari 15 sampai 90 hari.
    Seperti memulai berolahraga, atau membuat kebiasaan-kebiasaan kecil lain seperti merawat kaktus atau sekedar meyapu ruangan dalam 15 hari. Semakin banyak yang kamu lakukan, semakin termotivasi untuk melakukan lebih banyak lagi.

  21. Pilih motivasi positif

    Kalau kamu menjadikan suatu hal sebagai motivasi ( misal “aku harus balas budi pada orang tua“ ), pastikan motivasi yang kamu pilih itu bernuansa positif. Motivasi positif akan selalu mengakar pada perlakuan yang baik pada diri sendiri maupun orang lain. Berbeda dengan motivasi negatif yang mengakar pada ketakutan, kebencian, amarah dan landasan negatif lainnya. Meskipun cara kerja motivasi negatif dan positif hampir sama. Namun motivasi positif akan jauh lebih bermanfaat buatmu. Dan tentu saja akan efeknya juga akan positif dan lebih besar kemungkinan untuk bertahan lebih lama.

  22. Pertegas misimu

    Kamu harus punya misi pribadi. Kalau belum, ayo lekas ditentukan! Dengan mempunyai misi yang pasti dan jelas pasti bisa menjadi motivator yang luar biasa. Kamu seakan sedang melihat peta dan tahu kemana harus pergi dan jalan mana yang bisa dan terbaik untuk kamu lalui.

  23. Habiskan waktu di luar

    Kalau kamu punya hobi atau kegiatan yang kreatif tentu jauh lebih baik. Kamu bisa merawat tanaman di halaman belakang, membuat mural, bersepeda dan lain-lain. Bahkan kalau kamu tidak punya, sekedar bersantai di halaman depan juga cukup baik. Saat kamu kembali ke kamar, ruang belajar atau ruang kerjamu pasti akan terasa lebih segar. Dan kesegaran bisa jadi motivasi yang bagus.

  24. Jangan mengincar kesempurnaan

    Mengincar kesempurnaan hanya akan menguras waktumu. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kesempurnaan hanya berarti jalan buntu. Percaya bahwa kamu bisa terus memperbaiki diri akan jauh lebih baik daripada berusaha menjadi sempurna. Dengan begitu kamu akan selalu meninggalkan ruang untuk berkembang esok hari. Dan berarti kamu punya alasan untuk berbuat lebih. Alasan untuk berbuat lebih bukannya yang sering disebut sebagai motivasi kan?

  25. Kerjakan satu hal dalam satu waktu

    Multitasking hanya mitos. Bahkan komputer tidak benar-benar mulitasking, (komputer ibarat satu jalur yang dilewati beberapa truk untuk mengangkut barang, bukan satu truk mengangkut semua barang). Mengerjakan beberapa tugas dalam satu waktu akan selalu menimbulkan konflik internal, yang nantinya kamu hanya dibebani untuk menyelasaikan konflik itu bukan menyelesaikan tugas. Pernah komputer atau smartphone-mu (yang katanya multitasking) tiba-tiba auto-restrart? Nah itu yang akan kamu alami jika mengalami konflik internal (bentrok antar tugas), kamu akan mengulang nya dari awal (kalo kamu lupa nge-save).

Open chat