Surat Edaran Mentri Perihal Larangan Merokok di Sekolah

Pada bulan Januari  2014 Menteri Pendidikan Indonesia mengeluarkan surat edaran Menteri Pendidikan Pendidikan no 0256/MPK.C/MK/2014 tentang LaRangan Merokok di Sekolah. Sebagai salah satu upaya  mengurangi dampak rokok terhadap gangguan kesehatan termasuk para pelajar, sekolah diharapakan dapat menjadi pencegah kebiasaan merokok di usia remaja. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon agar DInas Pendidikan Provinsi dan DInas Pendidikan Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Membuat auran larangan merokok di lingkungan sekolah (zero smoke environment) karena asap rokok dapat merusak kesehatan lingkungan. dengan alasan asap rokok yang menempel di baju, sofa, karpet, ataupunbenda-benda lain yang ad di lingkungan sekitar akan meninggalkan residu racun yang tidak baik apabila dihirup.
  2. Melakukan penolakan terhadap iklan, promosi dan kerjasama yang dilakukan oleh perusahaan rokok dalam bentuk apapun untuk keperluan penyelenggaraan pendidikan. Dengan demikian, rokok menjadi tidak lazim berada di lingkungan sekolah (denormalisasi rokok). Kegiatan CSR dari perusahaan rokok sesungguhnya merupakan bentuk strategi memperluaas jaringan bisnis perusahaan rokok tersebut.
  3. Memberlakukan larangan adanya billboard, reklame, pamflet di lingkungan sekolah
  4. Membuat larangan menjual rokok di kantin, tokok, koperasi atau bentuk penjualan lain di lingkungan sekolah.
  5. Memasang tanda Bebas Asap Rokok/ daerah bebas rokok di lingkungan sekolah.

Demi meeujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045 yang unggul dan berkarakter prima, kami harapkan edaran ini dapat dipedomani dan dilaksanakan di sekolah di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Muhammad Nuh


Have your say