Jepang Melebarkan Pintu Bagi Para Pelajar

Jepang meringankan persyaratan bagi para pelajar asing yang ingin kuliah di jepang.

 

Jepang memutuskan untuk menurunkan rintangan bagi pelajar asing, dengan harapan menarik lebih banyak pelajar dari negara lain dengan sistem pendidikan yang berbeda.

Kementrian Pendidikan Jepang berencana melipatgandakan jumlah siswa asing menjadi 300.000 di tahun 2020.

Saat ini bagi pelajar yang ingin mendaftar harus setidaknya menyelesaikan 12 tahun pendidikan formal untuk mendaftar di program perguruan tinggi dan 16 tahun pendidikan untuk masuk pascasarjana.

Banyak negara termasuk indonesia sudah memenuhi standar tersebut. Namun Rusia dan lainnya hanya satu tahun lebih sedikit yaitu 11 tahun lamanya pendidikan untuk lulus.Sementara di Perancis dan India yang lamanya program perguruan tinggi hanya tiga tahun tidak.

Pelajar dari negara-negara tersebut tidak dapat langsung meneruskan pendidikan di Jepang stelah lulus. Mereka harus menjalani satu tahun di sekolah bahasa yang ditunjuk Kementrian Pendidikan Jepang yang merupakan kendala bagi para pelajar.

Berdasarkan aturan direvisi, untuk negara-negara yang membutuhkan kurang dari 12 tahun pendidikan dasar dan menengah, kementerian akan melihat sistem pendidikan masing-masing negara dan memutuskan apakah akan membebaskan waktu tambahan yang diperlukan. Siswa dengan tiga tahun gelar perguruan tinggi akan diizinkan untuk masuk sekolah pascasarjana Jepang.

Peraturan tersebut sudah di ajukan akhir desember lalu dalam sebuah laporan tentang reformasi pendidikan oleh Dewan Pusat kementerian Pendidikan. Kementerian akan merevisi aturan terkait segera setelah awal tahun fiskal berikutnya dan menerapkannya pada awal musim gugur 2015 penerimaan.

Dari 135.000 mahasiswa asing di Jepang pada tahun fiskal 2013, lebih dari 70% adalah pelajar dari Cina atau Korea Selatan menurut Japan Student Services Organization. Sementara itu, negara-negara dengan sistem pendidikan lainnya, 339 siswa, atau 0,3%, berasal dari Rusia, dan  560, atau 0,4%, merupakan pelajardari  India.

Menurut pandangan Kementerian Pendidikan Jepang, tampak sejumlah siswa menahan diri untuk belajar ke luar negeri di Jepang karena tidak memenuhi persyaratan. Kementerian menyatakan bahwa perubahan sistem akan meningkatkan jumlah mahasiswa asing di Jepang dan membuat universitas yang lebih kompetitif.

 

sumber : Nikkei Asian Review
Tri

Have your say