Kerudung di Stereotape-kan

Kerudung di Stereotape-kan

Kerudung

Wanita muslim dibutuhkan sebagai agen perubahan dalam momen sejarah yang mengubah sejarah islam itu sendiri. Wanita muslim saat ini bukan lagi mengenai individual melainkan simbol yang utuh, sebagai bagian dari Islam, berkat  penilaian global akan kerudung.

Kebanyakan orang terutama dunia barat mungkin berpura-pura menghargai identitas individu diatas identitas kolektif. Namun tidak berlaku bagi wanita muslim. Sebagian akan menilai wanita dengan kerudung dengan hal yang berkaitan dengan ketaatan, tradisonal, kolot dan sebagainya. Wanita berkerudung dipandang tidak lebih dari seorang religius  yang mengikuti aturan Islam yang ketat.

Di indonesia misalnya wanita yang mengenakan kerudung akan langsung  dicap sebagai seorang muslim. Mengenakan kerudung berarti hanya memiliki satu kepercayaan dan harus memiliki kepercayaan. Kerudung tidak lagi dipandang hanya sekedar kerudung layaknya topi.

Sebaiknya kita lihat latar belakang dibalik kerudung. Tidak semua orang berkerudung adalah mereka yang mengamalkan dan menaati ajaran Islam, stereotipe yang diberikan masyarakat terhadap kerudung.

Kerudung sebagai ekspresi politikal seseorang

Meningkatnya jumlah wanita yang mengenakan kerudung dewasa ini  adalah bentuk pernyatan diri akan identitasnya sebagai muslim. Kebanggaan menjadi seorang wanita muslim

Kerudung sebagai pakta sosial

Memakai kerudung untuk dapat menjadi bagian dari suatu komunitas. Tidak berbeda dengan ketika semua orang memakai sepeda fixie.

Kerudung sebagai jalan mendapat kebebasan

Sebagian mengenakan kerudung agar bisa mendapatkan kebasan dari orang tua. Untuk mendapat pengakuan bahwa  mereka saleh, tidak jarang sebagai tirai emansipasi seksualnya.

Kerudung sebagai jaminan keselamatan

Terkadang kerudung digunakan untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan. Di iraq ketika tingkat kriminalitas meningkat, angka wanita berkerudung juga ikut meningkat. Itu cara mereka mengalihkan perhatian yang tidak perlu.

Kerudung sebagai bagian dari cara berpakaian

Banyak wilayah memakai kerudung yang merupakan bagian dari tradisi budaya, dimana baik pria maupun wanita mengenakan kerudung. Hal ini dapat ditemui di wilayah ekstrim dimana bagian kepala memerlukan perlindungan.

 

Jadi bagai mana dengan wanita muslim yang tidak mengenakan kerudung?

Atau wanita yang mengenakan kerudung tidak sebagai bagian dari Islam?

Jika memakai kerudung berarti religius dan tidak memakai berati sekuler. Maka  menjadikanya tidak peka terhadap koplesitas sosial, menutup ruang bagi individu untuk mengekspresikan diri tanpa harus memperdulikan bagaimana individu tersebut dipandang, termasuk mereka yang memakai kerudung ketika dianggap sama rata dengan yang lainnya, dikelompokan.

Kita harus bisa menghargai setiap orang baik mereka yang berkerudung maupun yang tidak sebagai seorang individu bukan sebagai kelompok masyarakat. Menghargai bukan dari strereotipe yang dilekatkan kepadanya.

source : TED
Yna

Have your say